Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Pentingnya Sebuah Perencanaan Keuangan

                                                                                                  

Assalamu’alaikum wrwb,

Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. 
Dalam kehidupan banyak tahapan-tahapan yang akan dilalui oleh setiap manusia atau keluarga karena masing-masing kita tentunya mempunyai cita-cita atau impian yang ingin dicapai dalam kehidupannya. Untuk mencapainya dibutuhkan sebuah Perencanaan Keuangan yang baik dan benar agar mudah dalam merealisasikannya serta sesuai dgn prinsip-prinsip syariah


A.SIKLUS KEHIDUPAN
Setelah kita dewasa, ada siklus atau tahapan kehidupan yang akan dilalui:
  1. Masa Kerja Produktif
  2. Pernikahan
  3. Kelahiran Anak
  4. Pendidikan Anak
  5. Masa Pensiun
  6. Kematian

   B. TUJUAN KEUANGAN

Untuk mengisi siklus kehidupan tersebut, tentunya ada tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai, diantaranya:
  • Mempunyai kendaraan
  • Mempunyai rumah
  • Menyiapkan DANA PENDIDIKAN ANAK
  • Tabungan dan Investasi
  • Menyiapkan DANA PENSIUN
  • Menyiapkan Dana Haji

C. RESIKO KEHIDUPAN
Kemudian pada saat kita berusaha memenuhi tujuan keuangan tersebut, selain INFLASI ada juga RESIKO-RESIKO yang membayanginya yang tidak bisa diduga-duga dan bisa terjadi kapan saja seperti:
  • Meninggal dini (meninggal terlalu cepat)
  • Kecelakaan atau Cacat
  • Sakit
  • Sakit Kritis (seperti jantung, kanker, stroke, ginjal, dll)
  • Meninggal terlalu lama

                                                

Dengan demikian, agar bisa meyelaraskan ketiga faktor diatas diperlukan sebuah Perencanaan Keuangan yang baik dan benar.

D. CONTOH-CONTOH:
MENGAPA PERLU MEMPERSIAPKAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK?
  • Ketidakpastian ekonomi di masa datang
  • Ketidakpastian kondisi fisik dan kesehatan orang tua di masa datang
  • Naiknya biaya PENDIDIKAN tinggi dari tahun ke tahun serta Tingginya Biaya Pendidikan
  • Banyaknya iklan konsumtif yang membuat keluarga & anak Boros bahkan rela untuk boros

MENGAPA PERLU MEMPERSIAPKAN PROGRAM PENSIUN?
  • Memberikan kepastian pendapatan secara berkala pada saat kita tidak lagi memenuhi persyaratan kerja
  • Agar kita tidak tergantung kepada orang lain secara financial

Jika anda ingin penjelasan lebih lanjut insyaALLAH kami siap memberikan konsultasi gratis, silahkan klik: KONSULTASI GRATIS




Jazakumullah , 

Puarman
Prudential Syariah
Menara Thamrin Lt.25
Jl.M.H.Thamrin Kav.3
Jakarta 10250
hp         : 0856 8809 666 / 0821 1110 6542
Pin BB  : 26A1D5BB
email    : puarman@yahoo.com




Advertisements

“Helm versus Sang Pencipta Jagad”

“Rejeki itu sudah ada yang atur, kalaupun saya meninggal, Tuhan pasti sudah mengatur rejeki untuk anak dan istri saya. Punya asuransi jiwa berarti saya tidak beriman….”

“Gak ada jaminan lho dengan  asuransi jiwa. Pasti ada jaminan jika dititipkan pada Tuhan dengan bekal IMAN & AMAL SHOLEH pasti bahagia, pasti sukses dunia akhirat.”

Dalam berbagai kesempatan saya selalu dan selalu membenarkan pendapat-pendapat tersebut. Kok membenarkan? Lha wong memang benar kok, apanya yang mau disalahkan?
Terlalu mulia kalau asuransi jiwa (baca : asuransi kehidupan) disandingkan dengan Tuhan, Sang Pencipta Jagad dan Penggenggam Alam Semesta, Yang Menciptakan Setiap Jiwa ada di Genggaman-Nya . Asuransi Jiwa itu hanya pantas disandingkan sama HELM!
Helm : Kewajiban atau Kebutuhan?
Helm tidak pernah menjamin pemakainya terlindung dari jatuh atau celaka, jatuh mah jatuh aja, celaka mah celaka aja, itu sudah garisnya Allah. Tapi helm itu berfungsi untuk meminimalkan resiko yang terjadi akibat kecelakaan kalaupun tergaris untuk terjadi
Demikian pula asuransi jiwa , ia tidak akan menjamin pemegang polisnya panjang umur, anti-meninggal atau kebal sakit. Ia hanya (baca : hanya, cuma ‘hanya’ doang) berfungsi untuk meminimalkan resiko yang terjadi akibat meninggalnya seseorang….
Kalau resiko jatuh adalah luka, maka helm berfungsi meminimalkan luka yang terjadi, misal kalau gak pakai helm kepala bisa berdarah dan leher kepelintir, tapi kalau pakai helm cuman lehernya aja yang kepelintir (lumayan kan kepalanya gak berdarah)
Dan resiko meninggalnya seseorang adalah : penghasilannya ikut meninggal bersamanya, benarlah Tuhan yang akan menjamin hidup keluarganya, asuransi jiwa hanya akan meminimalkan resiko kekagetan keuangan ketika tiba-tiba penghasilan itu hilang. Hanya serendah itu kok peran asuransi jiwa , tidak perlu sampai disandingkan sampai level Sang Pencipta Jagad.
Wallahua’lam
Hanya Allah Yang Maha Tahu

Tugas kita adalah ikhtiar terbaik

Di jalan raya : jaga perilaku berkendara, rawat bagian motor dengan baik, isi bensin dan pakai helm
Di kehidupan keluarga : jaga kesehatan, perbaiki akhlak keluarga, kuatkan pilar ekonomi, dan miliki asuransi kehidupan 
(by: Gusnul Pribadi)

Purwacaraka: “Betapa Penting dan Harusnya Asuransi Itu”

 

Akhir-akhir ini semakin banyak saja kita menyaksikan para selebritis & tokoh menderita berbagai penyakit kritis, diantaranya:
  • Gugun Gondrong  yang terkena Tumor Otak,
  • Chrisye yang menderita Kanker,
  • Indro “warkop”menjalani Operasi Jantung,
  • Pepeng divonis penyakit langka  Multiple Sclerosis
  • Mantan Ibu Negara Ainun Habibie terkena Kanker
  • Franky Sahilatua terdiagnosa Kanker Sumsum
  • Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menderita kanker
    paru-paru
  • Dll
Semua itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatannya. Kita telah melihat  bagaimana para artis bergotong-royong mengumpulkan dana untuk pengobatan Gugun Gondrong serta adanya malam penggalangan dana yang digelar untuk membantu biaya pengobatan Chriyse maupun Franky Sahilatua.
Jika  tidak mempunyai Asuransi, maka biaya tersebut akan sangat berat dan membebani keluarga serta orang-orang disekitarnya.
Tidak salah di sela-sela malam amal untuk Franky Sahilatua, Purwacaraka berucap:
“Ini diharapkan bisa jadi pelajaran agar tidak terulang kepada musisi atau semua orang. Betapa penting dan harusnya ada asuransi itu. Sehingga jika terjadi kejadian seperti ini, bisa ada yang meng-cover,” kata Purwacaraka. (detikhot.com)
Begitupun penuturan Habibie dalam bukunya Habibie & Ainun yang menuliskan bahwa beliau sangat terbantu oleh Perusahaan Asuransi yang meng-cover biaya pengobatan  Ibu Ainun Habibie di Jerman
Data WHO tahun 2002 sangat mengejutkan:

  • 92% sebelum meninggal, orang akan mengalami sakit kritis
  • 1:9 wanita di dunia beresiko terkena kanker
Data tahun terakhir kemungkinan bisa  lebih dahsyat lagi. 
Kita tidak pernah tahu kapan dan penyakit apa yang akan menyerang kita karena itu merupakan rahasia Tuhan. Tapi kita perlu mempersiapkan segala kemungkinan atau  resiko buruk yang akan terjadi, salah satunya dengan Asuransi.
Semoga bermanfaat,
Puarman
Menara Thamrin Lt.25, Jl.M.H.Thamrin Kav.3, Jakarta 10250
hp      : 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 021-9232 4141
Pin BB : 26A1D5BB
email   : puarman@yahoo.com

CARA MENABUNG YANG BIJAK

Pada umumnya, orang bekerja/usaha bertujuan untuk mendapatkan penghasilan/uang, dimana uang tersebut akan digunakan untuk memenuhi Kebutuhan Dasar (Makanan, Pakaian dan Rumah). Kemudian sisanya akan ditabung.

Tujuan menabung sendiri adalah untuk:

  • Dana Pendidikan Anak (buah hatinya), bagi yg telah berkeluarga
  • Dana Masa Depan (haji atau pensiun yang lebih baik)
  • Dana Darurat
Dapat dikatakan bahwa ketiganya merupakan IMPIAN dari kebanyakan orang.
Untuk mencapai impian tersebut, orang harus menabung selama 10 ~ 20 tahun…
bahkan sampai seumur hidup.
Lalu, dimana biasanya orang menabung…?

Contoh 1:

Bapak “X” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah Bank.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “X” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yg terjadi…?

Apakah Bank akan memberikan dana tersebut…?
Bapak “X” hanya mendapatkan Rp. 6 juta dari tabungannya + Bagi hasil.
Sungguh sebuah MASALAH BESAR.

Contoh 2:

Bapak “Y” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah Bank + Asuransi.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “Y” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yg terjadi….?

Apakah Bank akan memberikan dana tersebut?
Karena Bapak “Y” menabung pada bank yang menyertakan asuransi maka ada kemungkinan dana sebesar Rp.200 juta tersebut akan ditanggung oleh asuransinya

Apakah masalah bapak “Y” sudah selesai..??? BELUM.. tentu!

Karena penyakitnya tersebut beliau tidak dapat bekerja dengan maksimal. Lalu, bagaimana dengan biaya hidup keluarganya sehari-hari…?

Bagaimana dengan premi yang harus dibayarnya…?
Bagaimana dengan rencana tabungannya….?
Adakah yang akan mengisi dan melanjutkan tabungannya…?
BAGAIMANA dengan Impian²nya…..?
BAGAIMANA dgn Dana Pendidikan kedua anaknya…..?
BAGAIMANA dgn Kelangsungan hidup keluarganya….?

Adakah semua itu dapat dipenuhinya?

Ini Sungguh sebuah MASALAH BESAR

Contoh 3

Bapak “Bijak” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah “Tabungan Khusus”. Tabungan yang terdiri dari Proteksi & Investasi.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “Bijak” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yang terjadi…?

“Tabungan Khusus” akan membayarkan biaya Rp. 200 juta.

Bagaimana dengan Tabungannya?

“Tabungan Khusus” akan menabungkan untuk Bapak “Bijak” sebesar Rp. 2 Juta setiap bulannya hingga Bapak “Bijak” berusia 55 tahun.
Dengan demikian segala IMPIAN bapak bijak akan terwujud walaupun dia terkena sakit kritis…!

Bagaimana mungkin…???

Bagaimana hal ini dapat terjadi….???

Itu SUNGGUH Terjadi di “Tabungan Khusus”. 

Untuk jelasnya silahkan hubungi:
PUARMAN
Agen Asuransi Syariah Berlisensi
hp. 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 021-9232 4141
Pin BB: 26A1D5BB
YM : puarman

Contoh Dana Pendidikan

Silahkan klik gambar dibawah:

Contoh Dana Pensiun

Silahkan klik gambar dibawah:

Sudah Amankah INCOME Anda..???

Kalau kita bekerja / usaha pasti punya INCOME kan…? 
Setelah INCOME digunakan untuk keperluan pokok sehari-hari, jika ada sisa biasanya akan di TABUNG. Untuk orang yang sudah punya keluarga & anak biasanya mereka menabung untuk DANA PENDIDIKAN anaknya & juga mempersiapkan dana untuk masa PENSIUN, HAJI bahkan sebagian besar orang-orang juga mempunyai Asuransi, seperti RUMAH SAKIT, KECELAKAAN, dll.
Apabila masih lebih ada juga yang diinvestasikan ke property, emas, dll.
Kalau begitu INCOME adalah sesuatu yang PALING PENTING kan..??
Pertanyaannya, apakah selama ini INCOME anda sudah terproteksi (terjamin)…???
Seseorang suatu saat bisa kehilangan INCOME karena 3 hal:
  1. MENINGGAL, begitu meninggal dunia income akan hilang.Namun untuk ini tidak perlu khawatir karena biaya hidup juga tidak ada lagi.
  2. PHK/BANGKRUT, ini pun tidak perlu khawatir karena masih bisa cari kerja/usaha lagi.
  3. SAKIT KRITIS (seperti Kanker, Stroke, Serangan Jantung, dll)
Nah, jika sakit kritis ini yang terjadi, maka INCOME akan BERHENTI karena tidak bisa bekerja lagi.
Lalu bagaimanakah cara mengamankan INCOME anda…???
Kami akan membantu anda memberikan konsultasi GRATIS…!!
Silahkan isi data-data berikut:
  1. Nama sesuai KTP
  2. Jenis Kelamin
  3. Tanggal Lahir
  4. Apakah merokok atau Tidak Merokok
  5. Pekerjaan (uraian singkat pekerjaan)
  6. Nomor Telphone/ Hp
  7. Alamat Surat Menyurat
Kirimkan data-data tersebut ke: puarman@yahoo.com
Nanti anda akan menerima solusinya.
Atau hubungi PUARMAN di 0856 8809 666 / 0821 1110 6542 / 9232 4141, Pin BB: 26A1D5BB,  insyaALLAH kami siap membantu anda